( July 6th, 2009 )

Judul tulisan ini meminjam judul dari sebuah artikel di www.infolinux.web.id yang menulis opini pak Budi Rahardjo.

Belakangan ini ramai dibicarakan mengenai kultur tunggal (monoculture) di lingkungan perkomputeran. Yang dimaksud dengan kultur tunggal dalam hal ini adalah penggunaan sistem operasi yang sama untuk setiap komputer atau server di sebuah perusahaan atau instansi. Lebih spesifik lagi biasanya ini dikaitkan dengan penggunaan sistem operasi Microsoft Windows untuk komputer desktop, meskipun hal yang sama dapat juga ditujukan kepada sistem operasi Linux. Inti utamanya adalah penggunakan satu sistem yang sama. Sebetulnya, istilah homogen mungkin lebih tepat untuk hal ini.[1]

Sebelum jauh membahas tentang sistem operasi, kita harus tahu dulu tentang sejarah tentang sistem operasi. Paling tidak dengan mempelajari sejarah sistem operasi komputer, wawasan kita bertambah luas dan tidak hanya berkutat pada satu sistem operasi saja.

( May 27th, 2009 )

Kurikulum yang dikembangkan saat ini oleh sekolah dituntut untuk merubah pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher centered learning) menjadi pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered learning). Hal ini sesuai dengan tuntutan dunia masa depan anak yang harus memiliki kecakapan berpikir dan belajar (thinking and learning skils). Kecakapan-kecakapan tersebut diantaranya adalah kecakapan memecahkan masalah (problem solving), berpikir kritis (critical thinking), kolaborasi, dan kecakapan berkomunikasi. Semua kecakapan ini bisa dimiliki oleh siswa apabila guru mampu mengembangkan rencana pembelajaran yang berisi kegiatan-kegiatan yang menantang siswa untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah. Kegiatan yang mendorong siswa untuk bekerja sama dan berkomunikasi harus tampak dalam setiap rencana pembelajaran yang dibuatnya.

( May 27th, 2009 )

TOT Program Jaringan Informasi dan Simpul Pengembangan Sumber Belajar

di KKG/MGMP Berbasis ICT

Training of  Trainer Master Teacher (MT) tingkat nasional ini dalam rangka menyiapkan tenaga penatar (Master Teacher) untuk pelatihan literasi TIK bagi guru (Participant Teacher) di PPPPTK dan LPMP. TOT Master Teacher ini juga mengantisipasi tuntutan Indikator Kinerja Kunci Rencana Strategis Ditjen PMPTK 2010 - 2014 yang harus mampu mewujudkan guru memiliki kemampuan dalam literasi TIK untuk guru SD 70% dan guru SMP/SMA mencapai 100% pada tahun 2014. Pola pelatihan ini sejenis multi level training atau program imbas Master Teacher kepada Participant Teacher yaitu merupakan rangkaian program yang berkelanjutan sebagai salah satu kegiatan dalam mewujudkan literasi TIK bagi guru pendidikan dasar dan menengah.

( May 20th, 2009 )

Pada tahun 2009 ini, Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan akan menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan melalui Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh (PTJJ) atau dikenal dengan Open and Distance Learning (ODL). Diperlukan persiapan sebelum melaksanakan kegiatan tersebut, diantaranya peningkatan kompetensi dari Sumber Daya Manusia yang akan melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan melalui Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh (PTJJ).

Web based course development

Web based course development

Workshop ini telah dilaksanakan untuk kedua kalinya, workshop pertama dilaksanakan di SEAMOLEC. Workshop diikuti oleh 24 orang, terdiri dari Widyaiswara, Instruktur dan Staf PPPPTK Bisnis dan Pariwisata. Workshop yang berlangsung tanggal 20 - 25 April 2009 ini menghasilkan 24 materi.

( May 20th, 2009 )

Peta yang menunjukkan konfigurasi atau topologi jaringan merupakan dokumen yang sangat penting untuk berbagai keperluan. Kita bisa melakukan analisa jika terjadi kesalahan (fault) tiba-tiba dengan bantuan peta jaringan ini.

topologi-jaringan